Rabu, 22 Februari 2023 0 komentar

Kedai 1001 Mimpi



Judul : Kedai 1001 Mimpi
Kategori : Non-Fiksi / Lifestyle
Pengarang : Valiant Budi
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : Cetakan Pertama 2011
Tebal : xii + 444 Halaman
Ukuran : 13 x 20 cm
ISBN : 979-780-497-6
.
"Syukron Jazilan" tertulis pada lembar kedua buku ini dengan ukuran yang cukup besar. Namun percayalah, buku ini tidak berisi pengalaman religius penulis saat merantau di Arab. Melainkan berisi pengalaman selama menjadi TKI di Dammam, sebuah kota yang terletak di sebelah timur Arab Saudi. Selama bekerja di sana penulis mengalami banyak hal yang tak pernah ia bayangkan. Hingga membuatnya  begitu merindukan Indonesia dan ingin lekas pulang ke tanah air.
Penulis mengira akan bekerja hanya sebagai barista di Sky Rabbit, namun ternyata lebih dari itu. Mengepel, membersihkan meja, sampai piring kotor pun harus ia hadapi. Selain itu, teman kerja, atasan, dan para pelanggan coffeshop menjadi ujian baginya.
Meskipun buku ini lumayan tebal, tapi aku tidak bosan membacanya. Penulis menceritakan hal-hal yang dialaminya dengan gaya bahasa yang sangat menyenangkan dan mudah dipahami. Gambar- gambar yang dicantumkan pada sampul dan beberapa halaman buku sangat membantu dalam membangun imaji pembaca.
Buku ini masuk dalam daftar rekomendasiku, terlebih bagi orang yang ingin menjadi TKI di Arab. Agar mendapatkan sedikit gambaran tentang Arab Saudi dan tidak berekspektasi terlalu tinggi.
.
Di lembar ketiga tertulis:
"Kedai 1001 Mimpi berdasarkan kisah nyata. Beberapa nama dan tempat saya samarkan demi perlindungan dan permintaan. Saya tak meminta Anda untuk percaya. Silakan cari data atau buktikan sendiri." (valiant Budi)
Senin, 20 Februari 2023 0 komentar

DUA



[REVIEW]
Judul Buku : 2
Penulis : Donny Dhirgantoro
Penerbit : Grasindo
Tebal : 418 Halaman
Tahun Terbit: 2011
.
Novel ini merupakan karya kedua Donny Dhirgantoro. Mengisahkan tentang Gusni, anak perempuan yang terlahir dengan tubuh besar namun akhirnya mampu mewujudkan impiannya. Ada banyak kalimat dalam novel ini yang insya Allah bisa mengobarkan samangat para pembaca dalam merealisasikan impian.
.
"Ada harapan di setiap keterbatasan." (hal. 306)
.
"Jika kamu punya impian, impian besar dan begitu bermakna, kekuatan imajinasi manusia yang luar biasa, tetapi kamu tidak sedikit pun bekerja keras, tidak sedikit pun meneteskan keringat untuk memperjuangkan impian kamu,... buat saya kamu hanyalah pembual nomor 1 bagi diri kamu sendiri... Jangan coba-coba bekerja keras, tetapi tanpa impian, tanpa impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari, berkeringat, lelah,... tetapi tanpa makna, melangkah tetapi tanpa tujuan, bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan, bekerja keras tanpa impian, buat saya..., kamu... hanyalah pembual nomor 1 bagi dunia." (hal. 314)
.
"Kita adalah apa yang kita percayai." (hal.318)
.
"Tidak ada mimpi di alam sadar, impian selalu berada di alam bawah sadar kamu, dan ketika kamu mulai bergerak bersama alam bawah sadar kamu untuk impian kamu, ketika kamu mulai bernafas bersama impian kamu, melangkah bersama impian kamu, melihat bersama impian kamu, ... kamu mulai menempatkan impian kamu di tempat yang seharusnya..." (hal. 320)
.
"Bermimpi saja tidak akan pernah cukup... dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu Terlalu banyak dibicarakan..." (hal. 320)
.
Hidup tidak ada yang sempurna, hidup selalu melahirkan batas antara harapan dan kenyataan. Karena layaknya hidup adalah tantangan yang harus dihadapi dengan berani, dan setiap kita pun tahu, kita menjadi baik karenanya. Manusia tidak akan mencapai tingginya langit dan dalamnya samudera jika hidup adalah sempurna, karena hanya seorang pengecut mengharapkan hidup yang sempurna." (hal. 322)
.
"Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia karena Tuhan sedikitpun Tidak pernah." (hal. 322)
.
"Waktu perlahan memang menyembuhkan luka, tetapi manusia menyembuhkan luka lebih cepat dari waktu". (hal.333)
.
"... Segala sesuatu...
...diciptakan 
2
kali...
Dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata.
Dengan kerja keras, tinggalkan bukti di dunia nyata bahwa impianmu, Ada. Bersama alam bawah sadarmu kamu bermimpi, bersama alam sadarmu kamu berjuang. 
Karena manusia bisa, Ia ada untuk bisa. Karena tidak ada sangkal dan bukan tanpa alasan berabad-abad lewat. Impian dan kerja keras terlahir menjadi kenyataan. Terlahir dari manusia... makhluk Tuhan dengan segala keterbatasannya, makhluk Tuhan dengan hidupnya yang tidak pernah sempurna.
karena berabad lewat semenjak Ia ada di muka bumi ini manusia bisa, manusia melakukannya. Percaya bahwa sesuatu yang tidak mungkin adalah mungkin, manusia bisa, membuat sesuatu yang luar biasa terjadi. Kalau manusia tidak mempercayai, apa yang ia temukan sebagai seorang manusia? Pertanyaannya yang lebih besar lagi apakah kita benar-benar seorang manusia?
Pun berabad-abad tidak ada yang menyangkal manusia meninggalkan bukti dunia nyata atas impian dan kerja kerasnya menjadi inspirasi untuk manusia lain.
Bahwa keajaiban itu ada datang di dunia imajinasi bersama pikiran impian yang bahkan lebih hebat dari ilmu pengetahuan, cogito ergo sum, aku berpikir maka aku ada.
Datang di dunia nyata bersama perjuangan dan kerja keras manusia... certamen ergo sum. Aku berjuang maka aku ada.
Manusia layaknya percaya ia hidup karenanya, ia ada untuk percaya bahwa ia bisa melakukan sesuatu yang luar biasa untuk dirinya. Bahwa di balik keterbatasan dan ketidaksempurnaan hidup, setiap diri ini adalah kekuatan yang tidak pernah sedikitpun diremehkan oleh Sang Pencipta. 
Segala sesuatu diciptakan 2 kali.

#GrasindoReviewChallenge

Kamis, 16 Februari 2023 0 komentar

NEGERI PARA BEDEBAH



[REVIEW]
Judul : Negeri Para Bedebah 
Penulis : Tere Liye
Genre : Fiksi
Tebal : 440 halaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Ke-15 April 2018
ISBN: ISBN 978-979-228-552-9
.
Tokoh utama novel ini bernama Thomas. Konsultan keuangan berkenal, bertubuh atletis, mapan, tampa,  dan punya sekretaris perempuan. Tapi ini bukan novel romantis, yang mengisahkan percintaan bos dan sekretarisnya. 
.
Mungkin ada pembaca yang sekadar fokus pada kisah Thomas, menikmati adegan-adegan aksinya, dan jatuh cinta pada tokoh tersebut. Sebagian pembaca juga ada yang merasa novel ini berat. Karena memang pembahasan novel ini tidak biasa. Dalam novel ini Tere menggambarkan realitas kapitalisme. Seperti apa sistem kerja ekonomi kapitalis dan daya rusaknya. Hal itu bisa kita lihat pada beberapa kutipan berikut.
.
"Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi perpanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka." (hal.18)
"Aku tidak peduli kemiskinan, peduli setan, karena daya rusaknya itu-itu saja, busung lapar, kurang gizi. Tetapi kekayaan, daya rusaknya mengerikan. Bahkan uang yang berlimpah itu membuat orang tidak peduli wabah, kelaparan, perusakan alam, dan tragedi kemanusiaan lainnya." (hal.23)
.
Semua partai butuh uang. Siapa yang menyumbang? Anggota partai? Mereka tidak akan pernah bersedia menyumbang jika tidak mendapatkan sesuatu. Kekuasaan, misalnya. Posisi, akses, jaringan, atau perlindungan. Termasuk individu atau perusahaan yang bukan anggota, mereka yang sekedar partisipan partai tetapi ikut mendukung mereka menuntut sesuatu.Tudak ada makan siang gratis di dunia ini". (hal.382)
.
Pada sampul belakang novel ini tertulis
 "Di Negeri Para Bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah"
Kutipan pendek ini bisa mewakili uraian panjang Prof. H.A. Djazuli dalam "Fiqh Siyasah" yang menyatakan bahwa sistem kapitalisme bertitik tolak dari materialisme yang menjadikan manusia serigala-serigala (homo homini Lupus = manusia serigala atas manusia yang lain). Dalam sistem kapitalisme, individu diberikan fungsi yang terlalu besar yang cenderung untuk menyalahgunakan kebebasannya sehingga yang kuat dan pintar memeras yang lemah dan miskin, akibatnya adalah adanya kemakmuran tinggi pada segolongan kecil masyarakat dan kemiskinan pada golongan besar sebagai akibat dari  d’exploitation de l’homme par l’homme.


Selasa, 14 Februari 2023 0 komentar

SELF TALK


[REVIEW]
Judul Buku: Self Talk
Penulis: Maheera Ayesha
Penerbit: C-Klik Media
Tebal: xii + 192 halaman
Ukuran: 14cm x 20cm
Cetakan: Pertama, 2022
ISBN: 978-623-357-056-5
.
👄 Apa itu self -talk❓
Self-talk merupakan caramu bercerita kepada dirimu sendiri. Sederhananya, self-talk adalah bicara dengan diri sendiri.
.
👄 Apa kamu pernah melakukan self-talk❓
Aku rasa, setiap orang pernah melakukan self-talk. Bahkan sering setiap harinya. Disadari atau tidak, disengaja maupun tidak. Kita sering berdialog dengan diri sendiri ketika akan, atau setelah, atau bahkan saat sedang mengerjakan sesuatu. Saat kita membantin tentang sesuatu, saat itulah self-talk berlangsung.
.
👄Jenis-jenis self-talk
Self-talk bisa dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu:
👥 Self-talk positif
👥 Self-talk negatif
👥 Self-talk netral

📕 Penjelasan mengenai jenis-jenis self-talk tersebut bisa kita dapatkan dalam buku ini. Dari mana sumber self-talk tersebut, dan juga bagaimana mengubah self-talk negatif menjadi positif.
.
So...
"Sudahkah kamu berkata kepada dirimu sendiri untuk berpikir dan bertindak positif?"
.

@gerakan_1week1book

#OneWeekOneBook
#gerakan1week1book
#OWOB
#OWOBReaders 
#OWOBMembaca2023
#GocengChallenge23 
#gocengchallenge
0 komentar

SELF REWARD


[REVIEW BUKU]
Judul Buku: Self Reward
Penulis: Maheera Ayesha
Penerbit: @klikmedia
Tebal: x + 150 halaman
Cetakan: Pertama,, 2022
Ukuran: 14cm x 20cm
Soft cover
ISBN: 978-623-357-058-9
.
🌻Apa, sih, self-reward itu❓
Self-reward dapat dimaknai sebagai hadiah untuk diri sendiri. Namun, hadiah itu bukan hanya dalam bentuk barang. Hadiah dan penghargaan yang kamu berikan kepada diri sendiri dapat berupa hal-hal sederhana dan mudah kamu lakukan. Self-reward bukanlah sebuah kewajiban untuk mengapresiasi diri sendiri dengan hal-hal yang berada di luar batas kemampuanmu.

🌻Kapan self-reward dilakukan❓
Self-reward tidak hanya dilakukan ketika kamu berhasil melakukan sesuatu. Kamu dapat menerapkan self-reward ketika sedang menjalani sebuah proses. Bahkan saat gagal pun, kamu berhak melakukan self-reward sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja kerasmu.

🌻Apa bentuk self-reward❓
Kamu tidak perlu memaksakan diri dengan menyediakan hadiah yang mahal karena yang penting ialah maknanya untukmu. Hal-hal kecil terkadang Justru lebih bermakna bagimu. Self reward tidak selalu bersifat material. Kamu dapat memberi apresiasi kepada diri sendiri dalam bentuk kata-kata (self-talk).

So...
Apa faedah self-reward❓
Bagaimana agar tidak terjebak dengan istilah self-reward❓

Bisa kamu ketahui setelah membaca buku ini. 

📌 Satu hal yang perlu kamu catat "JANGAN MELAKUKAN SELF-REWARD KARENA GENGSI".

@gerakan_1week1book

#selfreward
#GocengChallenge23 
#gocengchallenge
#OneWeekOneBook
#OWOB
#OWOBReaders 
#OWOBBahasBuku 
#OWOBBincangBuku
#OWOBMembaca2023
Sabtu, 11 Februari 2023 0 komentar

Follow Your Heart and be Happy


[ULASAN BUKU]
Judul Buku: Follow Your Heart and be Happy
Penulis: Hestipratiwia
Penerbit: C-Klik Media
Tebal: v + 110 halaman
Cetakan: Ke-2, 2021
ISBN: 978-623-7333-13-5
.
Meskipun pada sampul buku ini ada kata "HAPPY" namun buku ini tidak akan mendiktemu atau mengajarimu untuk bahagia.
.
Selain itu, pada kata pengantar terdapat tabel "sumber kebahagiaan" yang bisa kamu isi, sebelum ataupun setelah tuntas membaca buku ini.
.
Isi buku ini terdiri dari 4 bagian. Pada setiap bagiannya ada banyak quotes yang kusuka. Ini beberapa di antaranya:
❤ Bagian Pertama: Buka Hatimu
"Membuang kebiasaan buruk dapat meningkatkan kebahagiaan dalam waktu singka." (hal. 14)
Di bagian ini juga ada 27 pertanyaan yang bisa kamu jawab.
❤ Bagian Kedua: Hal-Hal yang Sebaiknya Kita Lakukan
"Orang-orang pemberani adalah orang-orang yang cukup berani untuk terus-menerus menghadapi ketakutan mereka." (hal. 60)
❤ Bagian Ketiga: Hal-Hal yang Seharusnya Kita Lakukan
"Ketika bertanggung jawab atas sebuah kesalahan, secara tidak langsung kita menerima fakta bahwa kita telah melakukan kesalahan. Jangan mencoba mengalihkan kesalahan tersebut kepada orang lain." (hal.76)
❤ Bagian Keempat: Hal-Hal yang Semestinya Kamu Yakini
"Setiap hari, kita memiliki banyak kesempatan untuk memilih." (hal.108)
.
#FolllowYourHeartandbeHappy
Sabtu, 31 Desember 2022 0 komentar

Bedebah Di Ujung Tanduk

Judul: Bedebah Di Ujung Tanduk
Genre: Fiksi, Action
Penulis: Tere Liye
Bahasa: Indonesia
Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
Cetakan ke-3 : April 2022
Jumlah Halaman: 415 hlm; 20 cm
ISBN: 9786239726218

Novel ini dipenuhi dengan adegan aksi Thomas dan Bujang dkk. Episode 1 berisi pertarungan Thomas dan Bujang. Episode 2 hingga akhir novel, dipenuhi dengan adegan baku tembak dan kejar-kejaran dengan kelompok Teratai Emas.  Namun, entah mengapa adegan aksi Thomas terasa kurang gereget dibandingkan dengan aksinya dalam dua novel sebelumnya -Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk-.

Di episode 6 penulis menyuguhkan cerita tentang jalur sutra. Ini bagian yang aku suka karena informatif.

"Kalian pernah mendengar istilah jalur sutra? 
Jalur sutra adalah rute jalan darat yang menghubungkan antara timur dan barat. Asia dan Eropa. Terbentang panjang mulai dari sisi Timur Cina hingga kota-kota penting Eropa juga tiba di Mesir (Afrika). Rute itu melintasi tempat-tempat penting, berbagai pusat peradaban besar di masanya. Di era itu, jalur itu bukanlah jalanan aspal, apalagi tol. Nyaris seluruhnya adalah jalanan setapak, berlapiskan tanah atau kerikil. Di musim dingin, kiri-kanan menumpuk salju. Di musim panas, pepohonan menghijau. Di musim gugur, dedaunan kering beterbangan. Melintasi lembah, menembus celah pegunungan, meniti danau, sungai, tak terbilang jumlahnya. 

Kenapa disebut jalur sutra?
Karena era itu, tahun 200 sebelum Masehi, bangsa Cina menemukan teknik yang lebih efektif memproduksi sutra. Itu menjadi kabar hebat bagi seluruh dunia, terutama untuk para bangsawan, keluarga kaya, mereka bisa mengenakan pakaian dengan bahan lebih baik, lebih mewah, dan berkelas. Bukan kain anyaman kasar, kaku, dan berat. Maka dimulailah perdagangan sutra. Kain-kain mahal itu dibawa oleh pedagang dari China, menuju Eropa. Dan tidak hanya sutra, saat koneksi kota-kota terbentuk, pedagang juga membawa barang-barang lain, seperti rempah-rempah, keramik, hasil bumi, dan sebagainya.

Sekali pedagang memulai melintasi jalan darat tersebut, itu berarti perjalanan berbulan-bulan. Panjang rute itu tidak kurang dari 6500 km. Jika sehari manusia hanya bisa berjalan 50-60 KM, maka hitung sendiri berapa waktu yang dibutuhkan. Mereka menggunakan kuda, unta, keledai, dan hewan lainnya. Membawa barang-barang, sekaligus tenda, peralatan makan, dibantu kuli dan budak, serta tentu saja, mereka membawa senjata untuk melindungi rombongan. Tidak ada yang bisa menjamin perjalanan akan aman-aman saja. Tidak hanya serangan dari bandit, penjahat, tapi juga ancaman dari peperangan perebutan kekuasaan.

Selama 1700 tahun jalur sutra mengalami evolusi beberapa kali, mengalami maju mundur kerajaan besar. Rute itu pernah dikuasai oleh kerajaan Romawi juga kekaisaran Bizantium disusul kekaisaran Dinasti Tang juga kekuasaan khalifah Islam, lantas bangsa nomaden Imperium Mongolia yang terbentang luas, hingga akhirnya mulai kehilangan pamornya di abad ke-15, setelah jalur itu terpecah belah oleh terbentuknya negara-negara kecil, penguasa baru, serta pilihan transportasi lain yang lebih menarik.

Hari ini, kalian mungkin tidak tahu betapa megahnya jalur sutra. Hari ini orang-orang bepergian serta membawa kargo dengan pesawat, kapal, dan muda transportasi lebih modern. Tapi apapun itu, tidak ada yang bisa menghapus sejarah jalur sutra. Selama 1700 tahun jalur itu menjadi rute paling penting perekonomian seluruh dunia. Bahkan hari ini, beberapa negara berusaha mengembalikan kejayaan rute itu, sebagai alat sekaligus simbol menguasai perekonomian dunia."
(Hal. 93-95 episode 6, Jalur sutra)

Selain itu, juga ada kalimat yang aku suka pada halaman 64 dan 92.
.
"Kepedulian adalah kunci membuka banyak penjelasan" (hal.64)
.
"Sungguh, jika kita tahu betapa spesialnya saling berbagi atau membantu orang lain, kita bahkan tidak akan membiarkan sepotong roti kecil hanya dihabiskan untuk sendiri tanpa membaginya ke orang lain" (hal.92).
.
Walau agak tak sesuai dengan ekspektasi, aku tetap membacanya hingga tuntas. Namun tak memasukannya dalam daftar rekomendasiku.
 
;