Selasa, 14 Februari 2023 0 komentar

SELF REWARD


[REVIEW BUKU]
Judul Buku: Self Reward
Penulis: Maheera Ayesha
Penerbit: @klikmedia
Tebal: x + 150 halaman
Cetakan: Pertama,, 2022
Ukuran: 14cm x 20cm
Soft cover
ISBN: 978-623-357-058-9
.
🌻Apa, sih, self-reward itu❓
Self-reward dapat dimaknai sebagai hadiah untuk diri sendiri. Namun, hadiah itu bukan hanya dalam bentuk barang. Hadiah dan penghargaan yang kamu berikan kepada diri sendiri dapat berupa hal-hal sederhana dan mudah kamu lakukan. Self-reward bukanlah sebuah kewajiban untuk mengapresiasi diri sendiri dengan hal-hal yang berada di luar batas kemampuanmu.

🌻Kapan self-reward dilakukan❓
Self-reward tidak hanya dilakukan ketika kamu berhasil melakukan sesuatu. Kamu dapat menerapkan self-reward ketika sedang menjalani sebuah proses. Bahkan saat gagal pun, kamu berhak melakukan self-reward sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja kerasmu.

🌻Apa bentuk self-reward❓
Kamu tidak perlu memaksakan diri dengan menyediakan hadiah yang mahal karena yang penting ialah maknanya untukmu. Hal-hal kecil terkadang Justru lebih bermakna bagimu. Self reward tidak selalu bersifat material. Kamu dapat memberi apresiasi kepada diri sendiri dalam bentuk kata-kata (self-talk).

So...
Apa faedah self-reward❓
Bagaimana agar tidak terjebak dengan istilah self-reward❓

Bisa kamu ketahui setelah membaca buku ini. 

📌 Satu hal yang perlu kamu catat "JANGAN MELAKUKAN SELF-REWARD KARENA GENGSI".

@gerakan_1week1book

#selfreward
#GocengChallenge23 
#gocengchallenge
#OneWeekOneBook
#OWOB
#OWOBReaders 
#OWOBBahasBuku 
#OWOBBincangBuku
#OWOBMembaca2023
Sabtu, 11 Februari 2023 0 komentar

Follow Your Heart and be Happy


[ULASAN BUKU]
Judul Buku: Follow Your Heart and be Happy
Penulis: Hestipratiwia
Penerbit: C-Klik Media
Tebal: v + 110 halaman
Cetakan: Ke-2, 2021
ISBN: 978-623-7333-13-5
.
Meskipun pada sampul buku ini ada kata "HAPPY" namun buku ini tidak akan mendiktemu atau mengajarimu untuk bahagia.
.
Selain itu, pada kata pengantar terdapat tabel "sumber kebahagiaan" yang bisa kamu isi, sebelum ataupun setelah tuntas membaca buku ini.
.
Isi buku ini terdiri dari 4 bagian. Pada setiap bagiannya ada banyak quotes yang kusuka. Ini beberapa di antaranya:
❤ Bagian Pertama: Buka Hatimu
"Membuang kebiasaan buruk dapat meningkatkan kebahagiaan dalam waktu singka." (hal. 14)
Di bagian ini juga ada 27 pertanyaan yang bisa kamu jawab.
❤ Bagian Kedua: Hal-Hal yang Sebaiknya Kita Lakukan
"Orang-orang pemberani adalah orang-orang yang cukup berani untuk terus-menerus menghadapi ketakutan mereka." (hal. 60)
❤ Bagian Ketiga: Hal-Hal yang Seharusnya Kita Lakukan
"Ketika bertanggung jawab atas sebuah kesalahan, secara tidak langsung kita menerima fakta bahwa kita telah melakukan kesalahan. Jangan mencoba mengalihkan kesalahan tersebut kepada orang lain." (hal.76)
❤ Bagian Keempat: Hal-Hal yang Semestinya Kamu Yakini
"Setiap hari, kita memiliki banyak kesempatan untuk memilih." (hal.108)
.
#FolllowYourHeartandbeHappy
Sabtu, 31 Desember 2022 0 komentar

Bedebah Di Ujung Tanduk

Judul: Bedebah Di Ujung Tanduk
Genre: Fiksi, Action
Penulis: Tere Liye
Bahasa: Indonesia
Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
Cetakan ke-3 : April 2022
Jumlah Halaman: 415 hlm; 20 cm
ISBN: 9786239726218

Novel ini dipenuhi dengan adegan aksi Thomas dan Bujang dkk. Episode 1 berisi pertarungan Thomas dan Bujang. Episode 2 hingga akhir novel, dipenuhi dengan adegan baku tembak dan kejar-kejaran dengan kelompok Teratai Emas.  Namun, entah mengapa adegan aksi Thomas terasa kurang gereget dibandingkan dengan aksinya dalam dua novel sebelumnya -Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk-.

Di episode 6 penulis menyuguhkan cerita tentang jalur sutra. Ini bagian yang aku suka karena informatif.

"Kalian pernah mendengar istilah jalur sutra? 
Jalur sutra adalah rute jalan darat yang menghubungkan antara timur dan barat. Asia dan Eropa. Terbentang panjang mulai dari sisi Timur Cina hingga kota-kota penting Eropa juga tiba di Mesir (Afrika). Rute itu melintasi tempat-tempat penting, berbagai pusat peradaban besar di masanya. Di era itu, jalur itu bukanlah jalanan aspal, apalagi tol. Nyaris seluruhnya adalah jalanan setapak, berlapiskan tanah atau kerikil. Di musim dingin, kiri-kanan menumpuk salju. Di musim panas, pepohonan menghijau. Di musim gugur, dedaunan kering beterbangan. Melintasi lembah, menembus celah pegunungan, meniti danau, sungai, tak terbilang jumlahnya. 

Kenapa disebut jalur sutra?
Karena era itu, tahun 200 sebelum Masehi, bangsa Cina menemukan teknik yang lebih efektif memproduksi sutra. Itu menjadi kabar hebat bagi seluruh dunia, terutama untuk para bangsawan, keluarga kaya, mereka bisa mengenakan pakaian dengan bahan lebih baik, lebih mewah, dan berkelas. Bukan kain anyaman kasar, kaku, dan berat. Maka dimulailah perdagangan sutra. Kain-kain mahal itu dibawa oleh pedagang dari China, menuju Eropa. Dan tidak hanya sutra, saat koneksi kota-kota terbentuk, pedagang juga membawa barang-barang lain, seperti rempah-rempah, keramik, hasil bumi, dan sebagainya.

Sekali pedagang memulai melintasi jalan darat tersebut, itu berarti perjalanan berbulan-bulan. Panjang rute itu tidak kurang dari 6500 km. Jika sehari manusia hanya bisa berjalan 50-60 KM, maka hitung sendiri berapa waktu yang dibutuhkan. Mereka menggunakan kuda, unta, keledai, dan hewan lainnya. Membawa barang-barang, sekaligus tenda, peralatan makan, dibantu kuli dan budak, serta tentu saja, mereka membawa senjata untuk melindungi rombongan. Tidak ada yang bisa menjamin perjalanan akan aman-aman saja. Tidak hanya serangan dari bandit, penjahat, tapi juga ancaman dari peperangan perebutan kekuasaan.

Selama 1700 tahun jalur sutra mengalami evolusi beberapa kali, mengalami maju mundur kerajaan besar. Rute itu pernah dikuasai oleh kerajaan Romawi juga kekaisaran Bizantium disusul kekaisaran Dinasti Tang juga kekuasaan khalifah Islam, lantas bangsa nomaden Imperium Mongolia yang terbentang luas, hingga akhirnya mulai kehilangan pamornya di abad ke-15, setelah jalur itu terpecah belah oleh terbentuknya negara-negara kecil, penguasa baru, serta pilihan transportasi lain yang lebih menarik.

Hari ini, kalian mungkin tidak tahu betapa megahnya jalur sutra. Hari ini orang-orang bepergian serta membawa kargo dengan pesawat, kapal, dan muda transportasi lebih modern. Tapi apapun itu, tidak ada yang bisa menghapus sejarah jalur sutra. Selama 1700 tahun jalur itu menjadi rute paling penting perekonomian seluruh dunia. Bahkan hari ini, beberapa negara berusaha mengembalikan kejayaan rute itu, sebagai alat sekaligus simbol menguasai perekonomian dunia."
(Hal. 93-95 episode 6, Jalur sutra)

Selain itu, juga ada kalimat yang aku suka pada halaman 64 dan 92.
.
"Kepedulian adalah kunci membuka banyak penjelasan" (hal.64)
.
"Sungguh, jika kita tahu betapa spesialnya saling berbagi atau membantu orang lain, kita bahkan tidak akan membiarkan sepotong roti kecil hanya dihabiskan untuk sendiri tanpa membaginya ke orang lain" (hal.92).
.
Walau agak tak sesuai dengan ekspektasi, aku tetap membacanya hingga tuntas. Namun tak memasukannya dalam daftar rekomendasiku.
Kamis, 29 Desember 2022 0 komentar

Negeri Di Ujung Tanduk

Bagiku, Negeri Di Ujung Tanduk tidak hanya sekadar novel yang menyajikan cerita fiksi. Melalui novel ini Tere Liye menyingkap wajah Demokrasi. 
Sistem demokrasi yang dipuja-puji oleh kebanyakan orang, dianggap sebagai sistem terbaik untuk mengatur umat manusia, ternyata hanya menjajakan omong kosong. Moralitas dalam demokrasi hanyalah fatamorgana, karena itu sistem ini sulit atau bahkan tak mampu mencetak pemimpin yang amanah. 

Perkataan Thomas di episode 2 dan episode 5 mengenai sistem demokrasi bukanlah bualan atau sekadar imaji penulisnya. Melainkan realitas yang mesti diketahui oleh khalayak, terlebih bagi orang-orang yang latah mencap demokrasi sebagai sistem terbaik, tanpa mengetahui hakikat kelahiran sistem tersebut. 

BOSAN. Rasa yang tak pernah menghinggapiku, dari awal hingga akhir membaca novel ini. Alurnya yang terasa cepat, membuatku bersemangat untuk membaca halaman demi halaman. 
Novel ini juga menyajikan adegan-adegan yang mampu membuat pembaca serasa menonton film aksi.

Sebuah novel yang layak untuk direkomendasikan. Karya fiksi yang tak hanya menyajikan ilusi, tapi juga menyampaikan informasi.





Minggu, 17 Juli 2022 0 komentar

Rasa Tak Bertuan

Kepada : Rasa Tak Bertuan 
Pesan : Hati-hati di jalan. "Semoga kamu segera sampai pada hati yang sebenar-benarnya tuan".




Senin, 05 Februari 2018 0 komentar

Bahasa dan Sastra

Di universitasku Bahasa Indonesia merupakan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), sehingga semua jurusan pasti memprogramnya. Hal ini dikarenakan bahasa merupakan media dalam menyampaikan ilmu yang lainnya. Felix Y. Siauw juga melihat peranan penting bahasa tersebut sehingga dalam buku yang yang ditulisnya, Muhammad Al-Fatih 1453 ia tidak hanya menuturkan secara panjang dan detail proses penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed II, tetapi juga membahas tentang bahasa dan sastra. Selain karena pentingnya memelajari bahasa juga dikarenakan bahasa merupakan salah satu bidang keilmuan yang disukai Sultan Mehmed. Saya juga termasuk orang yang menyukai bahasa dan sastra, sehingga tertarik mengutip tulisan Felix Y. Siauw tersebut. Berikut ini saya sajikan kutipannya:

Bahasa dan Sastra

Sesungguhnya bahasa adalah induk seluruh disiplin ilmu karena tidak mungkin pengetahuan dan ilmu bisa eksis tanpa adanya bahasa. Kita bisa melihat bahwa suatu peradaban dinilai dari bahasanya, semakin kompleks tingkat bahasanya maka semakin beradab manusianya. Peradaban tidak lain adalah kumpulan pemahaman atas kehidupan. Pemahaman sendiri dilahirkan dari proses berpikir, sedangkan berpikir tidak dimungkinkan tanpa informasi yang notabene memerlukan bahasa. Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila kita mengatakan bahwa bahasa adalah induk dari segala pengetahuan dan ilmu lainnya.
Akses kepada pengetahuan dan ilmu, menyimpannya, mengelola dan mengembangkannya, serta menyebarkannya mutlak melalui bahasa. Dengan kata lain, seseorang tidak mungkin untuk mendapatkan ilmu tanpa bahasa, menyimpannya, mengembangkannya, dan mengelolanya tanpa bahasa, ataupun memberikannya kepada orang lain tanpa bahasa.
Bahasa adalah seni untuk menyampaikan pemikiran dan perasaan kita dalam memengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. Apabila kita tidak mampu mentransformasi pemikiran dan perasaan kita dalam kata-kata yang bisa dipahami dan dimengerti oleh lawan bicara kita, bisa dipastikan dia tidak akan terpengaruh oleh pemikiran dan perasaan kita.
Lelucon Arab hanya bisa dimengerti oleh orang yang memiliki pemahaman bahasa Arab, lelucon berbahasa Inggris juga hanya bisa dipahami oleh orang yang memahami bahasa inggris dan seterusnya. Inilah pentingnya citarasa dalam bahasa. Bisa kita bayangkan, bahwa pengandaian di atas baru terkait masalah lelucon, apalagi dalam bidang pengetahuan dan keilmuan, atau agama, tentu pengaruhnya lebih besar.
Dalam Islam, Alquran diturunkan Allah dalam bahasa Arab agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya karena itulah ulama-ulama besar banyak yang mewajibkan penguasaan bahasa Arab agar agama dapat dipelajari secara maksimal…
Tradisi memelajari bahasa secara umum dan bahasa Arab secara khusus dan mendalam sesungguhnya adalah kebiasaan para Khalifah dan Sultan kaum Muslim dan merupakan kebiasaan orang-orang Arab untuk menilai seseorang dari kebaikan tutur katanya…
…….

Kesukaan Sultan Mehmed pada sastra dan sya’ir juga membawanya pada ketajaman dan kecerdasan berpikir. Sudah menjadi mahfum umum bahwa kaum Arab mengajari  anak-anaknya berpikir dengan menggunakan sya’ir dan tamsil, begitupun dengan kaum Cina yang menjadikan sya’ir sebagai medium pembelajaran untuk anak-anak mereka. Dengan sya’ir, seseorang akan diarahkan untuk selalu menggunakan akal karena intepretasi atas teks sya’ir dan gaya bahasa menuntut pemikiran dan perenungan yang mendalam, atau melatih akal terus menerus sehingga melahirkan ketajaman dalam berpikir dan kecerdasan…

Senin, 03 Agustus 2015 0 komentar

Alberthiene Endah

Meuthia Rizki
Memeluk Mimpi
Mendayung Harapan


Kisah tentang kebangkitan menakjubkan
   Dari seorang perempuan yang banyak menemui
   Ketidakberuntungan dalam hidup

Dalam buku 247 halaman ini, banyak kalimat-kalimat indah yang ditulis Alberthiene Endah. Berikut beberapa kalimat yang saya kutip:
©     Cinta sebetulnya adalah rasa yang sangat tajam. Ia akan memberi petunjuk diam-diam, dan sangat nyata.
©      Hidup meminta kita untuk belajar mengapresiasi atas apa yang kita jalani. Barulah setelah itu bisa muncul semangat dan kehendak-kehendak  positif.
©    Sebenarnya di setiap waktu yang kita akan berada di dalam kondisi yang perlu kewaspadaan dan rasa syukur. Waspada agar tidak terjerumus ke dalam kondisi yang lebih buruk. Bersyukur atas sisi-sisi baik yang menempatkan kita di satu titik yang sedang dialami. Tidak ada satu posisi pun menurutku yang bisa dikatakan itulah titik paling menguntungkan atau titik di mana manusia berada di puncak jaya dalam kesejahteraan jiwa, raga, dan rasa. Hidup seperti kasino. Membawa peristiwa-peristiwa tak terduga dan menciptakan perubahan. Maka, yang lebih mengacu pada keberuntungan adalah seberapa besar kemampuan kita untuk  menghayati rasa syukur dan mencipta kebaikan-kebaikan di dalam hidup. Kebaikan-kebaikan yang memberi perasaan bahagia.
©      Ketika kita bersikap lunak pada diri sendiri, maka dunia akan teras berat. Dan ketika kita bersikap keras pada diri sendiri, maka dunia terasa ringan.
©     Hidup memang tidak mudah. Kesulitan adalah produk kehidupan yang tidk bisa dienyahkan. Tak ada seorang pun yang steril dari masalah.  Seberapa kita ikhlas menerima kesulitan itu, maka sebesar itulah kita akan kuat menghadapinya.
©      Kita harus menggerakkan pikiran dan hati kita maka hidup juga akan bergerak.
©      Harapan di dalam hidup adalah perahu yang tidak mustahil menemukan pelabuhan.
©  Dalam hidup selalu ada saja kejadian tak terduga yang mengubah banyak hal. Kesiapan kita bergantung dari kemampuan bersabar, tabah, dan optimisme.
©  Kita memiliki kekuatan  yang tak terduga, tersembunyi di dalam sanubari. Kekuatan itu akan muncul ketika kita dihajar ujian sangat berat dan kita mau bertarung untuk terus bertahan.
©   Kesabaran terdalam manusia diuji ketika manusia dijerumuskan ke dalam lembah paling gelap bukan oleh kesalahannya. Jika manusia mampu bertahan di dalam iman yang teguh dan kesabaran, itulah “kelulusan” yang benilai dari cobaan yang dipercayakan tuhan.
©   Kita semua mungkin pernah berada di dalam kondisi yang secara telak menghunus kita dalam kesulitan besar. Kita boleh menangis. Kita boleh menjerit. Tapi kita tidak boleh berlari dari persoalan dan meninggalkan segalanya dalam keadaan putus asa. Ikhlas bukan berarti kita kehilangan keberanian.
 
;