Rabu, 29 Maret 2023 0 komentar

Sole Mate

[REVIEW]
Judul Buku: Sole Mate
Penulis: Mia Haryono, Granita Primasari, dkk.
Penerbit: Gradien Mediatama
Tebal: 256 halaman
Ukuran: 13 x 19 cm
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-602-208-114-2
.
Buku ini menyuguhkan 20 cerita pendek, 6 puisi, dan 2 artikel yang berasal dari 20 orang wanita. Mereka membagikan kisah yang berkaitan dengan sepatu.
.
Setiap kita, ya, tidak hanya wanita, pria pun pasti memiliki kisah dengan alas kaki, entah sepatu atau sendal.  Ada yang menyenangkan, menyakitkan, mengharukan, mengesalkan, mendebarkan, bahkan mungkin memalukan.
.
Ada yang mengoleksi, ada yang kerap ganti sepatu, ada pula yang tetap memakainya meski usang, bahkan tetap menyimpannya ketika tak lagi sanggup menemani langkah-langkah.
.
Walau aku bukan pencinta sepatu (aku pencinta buku😊) tetap mampu menikmati buku ini, karena di dalamnya tidak hanya ada kisah dan gambar sepatu, tapi tersisip juga informasi faktual tentang berbagai macam sepatu. Aku menyukai buku yang informatif karena menambah wawasan.
.

.

0 komentar

Sifat Wudu dan Shalat Nabi


[REVIEW]
Judul Buku: Sifat Wudu & Shalat Nabi ﷺ ala Mahzab Syafi'i
Penulis: Sulthan Azdam, SQ.
Penerbit: Quanta
Tebal: xiv + 186 halaman
ISBN: 978-623-00-0240-3
.
Beberapa pekan lalu melintas sebuah video di berandaku, seseorang bertanya kepada beberapa orang yang dijumpainya, "ada berapa rukun shalat?" 
Jawabannya bervariasi:
ada yang jawab 5
Ada yang jawab 6
Ada pula yang bingung.
.
Nah apa jawaban yang benar?
.
Dari video itu aku dapat menyimpulkan bahwa masih banyak kaum muslimin yang melaksanakan shalat tapi tidak tahu rukunnya.
.
Nah melalui buku ini, pertanyaan tersebut akan terjawab dengan tuntas. Dalam buku ini terdapat quote dari Imam Syafi'i dan  di lengkapi pula dengan gambar ilustrasi bahkan ada barcode yang bisa discan. Setelah memindainya, akan muncul beberapa video yang berkaitan dengan pembahasan di dalam buku. Penulis juga mencantumkan rukun shalat dalam bentuk tabel, sehingga para pembaca akan sangat terbantu untuk memahami seperti apa ahalat yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ .
.
Aku tidak akan membahas kelebihan buku ini panjang lebar, karena ada bagian yang lebih penting untuk disorot. Pada bab tayamum, terdapat perbedaan ataul ketidaksesuaian antara penjelasan, video dan gambar ilustrasi pada buku. Hal ini berpotensi membuat pembaca awam akan merasa sangat kebingungan.
.
Semoga pada cetakan berikutnya kesalahan tersebut dapat dibenahi.


.
Rabu, 22 Februari 2023 0 komentar

Kedai 1001 Mimpi



Judul : Kedai 1001 Mimpi
Kategori : Non-Fiksi / Lifestyle
Pengarang : Valiant Budi
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : Cetakan Pertama 2011
Tebal : xii + 444 Halaman
Ukuran : 13 x 20 cm
ISBN : 979-780-497-6
.
"Syukron Jazilan" tertulis pada lembar kedua buku ini dengan ukuran yang cukup besar. Namun percayalah, buku ini tidak berisi pengalaman religius penulis saat merantau di Arab. Melainkan berisi pengalaman selama menjadi TKI di Dammam, sebuah kota yang terletak di sebelah timur Arab Saudi. Selama bekerja di sana penulis mengalami banyak hal yang tak pernah ia bayangkan. Hingga membuatnya  begitu merindukan Indonesia dan ingin lekas pulang ke tanah air.
Penulis mengira akan bekerja hanya sebagai barista di Sky Rabbit, namun ternyata lebih dari itu. Mengepel, membersihkan meja, sampai piring kotor pun harus ia hadapi. Selain itu, teman kerja, atasan, dan para pelanggan coffeshop menjadi ujian baginya.
Meskipun buku ini lumayan tebal, tapi aku tidak bosan membacanya. Penulis menceritakan hal-hal yang dialaminya dengan gaya bahasa yang sangat menyenangkan dan mudah dipahami. Gambar- gambar yang dicantumkan pada sampul dan beberapa halaman buku sangat membantu dalam membangun imaji pembaca.
Buku ini masuk dalam daftar rekomendasiku, terlebih bagi orang yang ingin menjadi TKI di Arab. Agar mendapatkan sedikit gambaran tentang Arab Saudi dan tidak berekspektasi terlalu tinggi.
.
Di lembar ketiga tertulis:
"Kedai 1001 Mimpi berdasarkan kisah nyata. Beberapa nama dan tempat saya samarkan demi perlindungan dan permintaan. Saya tak meminta Anda untuk percaya. Silakan cari data atau buktikan sendiri." (valiant Budi)
Senin, 20 Februari 2023 0 komentar

DUA



[REVIEW]
Judul Buku : 2
Penulis : Donny Dhirgantoro
Penerbit : Grasindo
Tebal : 418 Halaman
Tahun Terbit: 2011
.
Novel ini merupakan karya kedua Donny Dhirgantoro. Mengisahkan tentang Gusni, anak perempuan yang terlahir dengan tubuh besar namun akhirnya mampu mewujudkan impiannya. Ada banyak kalimat dalam novel ini yang insya Allah bisa mengobarkan samangat para pembaca dalam merealisasikan impian.
.
"Ada harapan di setiap keterbatasan." (hal. 306)
.
"Jika kamu punya impian, impian besar dan begitu bermakna, kekuatan imajinasi manusia yang luar biasa, tetapi kamu tidak sedikit pun bekerja keras, tidak sedikit pun meneteskan keringat untuk memperjuangkan impian kamu,... buat saya kamu hanyalah pembual nomor 1 bagi diri kamu sendiri... Jangan coba-coba bekerja keras, tetapi tanpa impian, tanpa impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari, berkeringat, lelah,... tetapi tanpa makna, melangkah tetapi tanpa tujuan, bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan, bekerja keras tanpa impian, buat saya..., kamu... hanyalah pembual nomor 1 bagi dunia." (hal. 314)
.
"Kita adalah apa yang kita percayai." (hal.318)
.
"Tidak ada mimpi di alam sadar, impian selalu berada di alam bawah sadar kamu, dan ketika kamu mulai bergerak bersama alam bawah sadar kamu untuk impian kamu, ketika kamu mulai bernafas bersama impian kamu, melangkah bersama impian kamu, melihat bersama impian kamu, ... kamu mulai menempatkan impian kamu di tempat yang seharusnya..." (hal. 320)
.
"Bermimpi saja tidak akan pernah cukup... dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu Terlalu banyak dibicarakan..." (hal. 320)
.
Hidup tidak ada yang sempurna, hidup selalu melahirkan batas antara harapan dan kenyataan. Karena layaknya hidup adalah tantangan yang harus dihadapi dengan berani, dan setiap kita pun tahu, kita menjadi baik karenanya. Manusia tidak akan mencapai tingginya langit dan dalamnya samudera jika hidup adalah sempurna, karena hanya seorang pengecut mengharapkan hidup yang sempurna." (hal. 322)
.
"Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia karena Tuhan sedikitpun Tidak pernah." (hal. 322)
.
"Waktu perlahan memang menyembuhkan luka, tetapi manusia menyembuhkan luka lebih cepat dari waktu". (hal.333)
.
"... Segala sesuatu...
...diciptakan 
2
kali...
Dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata.
Dengan kerja keras, tinggalkan bukti di dunia nyata bahwa impianmu, Ada. Bersama alam bawah sadarmu kamu bermimpi, bersama alam sadarmu kamu berjuang. 
Karena manusia bisa, Ia ada untuk bisa. Karena tidak ada sangkal dan bukan tanpa alasan berabad-abad lewat. Impian dan kerja keras terlahir menjadi kenyataan. Terlahir dari manusia... makhluk Tuhan dengan segala keterbatasannya, makhluk Tuhan dengan hidupnya yang tidak pernah sempurna.
karena berabad lewat semenjak Ia ada di muka bumi ini manusia bisa, manusia melakukannya. Percaya bahwa sesuatu yang tidak mungkin adalah mungkin, manusia bisa, membuat sesuatu yang luar biasa terjadi. Kalau manusia tidak mempercayai, apa yang ia temukan sebagai seorang manusia? Pertanyaannya yang lebih besar lagi apakah kita benar-benar seorang manusia?
Pun berabad-abad tidak ada yang menyangkal manusia meninggalkan bukti dunia nyata atas impian dan kerja kerasnya menjadi inspirasi untuk manusia lain.
Bahwa keajaiban itu ada datang di dunia imajinasi bersama pikiran impian yang bahkan lebih hebat dari ilmu pengetahuan, cogito ergo sum, aku berpikir maka aku ada.
Datang di dunia nyata bersama perjuangan dan kerja keras manusia... certamen ergo sum. Aku berjuang maka aku ada.
Manusia layaknya percaya ia hidup karenanya, ia ada untuk percaya bahwa ia bisa melakukan sesuatu yang luar biasa untuk dirinya. Bahwa di balik keterbatasan dan ketidaksempurnaan hidup, setiap diri ini adalah kekuatan yang tidak pernah sedikitpun diremehkan oleh Sang Pencipta. 
Segala sesuatu diciptakan 2 kali.

#GrasindoReviewChallenge

Kamis, 16 Februari 2023 0 komentar

NEGERI PARA BEDEBAH



[REVIEW]
Judul : Negeri Para Bedebah 
Penulis : Tere Liye
Genre : Fiksi
Tebal : 440 halaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Ke-15 April 2018
ISBN: ISBN 978-979-228-552-9
.
Tokoh utama novel ini bernama Thomas. Konsultan keuangan berkenal, bertubuh atletis, mapan, tampa,  dan punya sekretaris perempuan. Tapi ini bukan novel romantis, yang mengisahkan percintaan bos dan sekretarisnya. 
.
Mungkin ada pembaca yang sekadar fokus pada kisah Thomas, menikmati adegan-adegan aksinya, dan jatuh cinta pada tokoh tersebut. Sebagian pembaca juga ada yang merasa novel ini berat. Karena memang pembahasan novel ini tidak biasa. Dalam novel ini Tere menggambarkan realitas kapitalisme. Seperti apa sistem kerja ekonomi kapitalis dan daya rusaknya. Hal itu bisa kita lihat pada beberapa kutipan berikut.
.
"Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi perpanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka." (hal.18)
"Aku tidak peduli kemiskinan, peduli setan, karena daya rusaknya itu-itu saja, busung lapar, kurang gizi. Tetapi kekayaan, daya rusaknya mengerikan. Bahkan uang yang berlimpah itu membuat orang tidak peduli wabah, kelaparan, perusakan alam, dan tragedi kemanusiaan lainnya." (hal.23)
.
Semua partai butuh uang. Siapa yang menyumbang? Anggota partai? Mereka tidak akan pernah bersedia menyumbang jika tidak mendapatkan sesuatu. Kekuasaan, misalnya. Posisi, akses, jaringan, atau perlindungan. Termasuk individu atau perusahaan yang bukan anggota, mereka yang sekedar partisipan partai tetapi ikut mendukung mereka menuntut sesuatu.Tudak ada makan siang gratis di dunia ini". (hal.382)
.
Pada sampul belakang novel ini tertulis
 "Di Negeri Para Bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah"
Kutipan pendek ini bisa mewakili uraian panjang Prof. H.A. Djazuli dalam "Fiqh Siyasah" yang menyatakan bahwa sistem kapitalisme bertitik tolak dari materialisme yang menjadikan manusia serigala-serigala (homo homini Lupus = manusia serigala atas manusia yang lain). Dalam sistem kapitalisme, individu diberikan fungsi yang terlalu besar yang cenderung untuk menyalahgunakan kebebasannya sehingga yang kuat dan pintar memeras yang lemah dan miskin, akibatnya adalah adanya kemakmuran tinggi pada segolongan kecil masyarakat dan kemiskinan pada golongan besar sebagai akibat dari  d’exploitation de l’homme par l’homme.


Selasa, 14 Februari 2023 0 komentar

SELF TALK


[REVIEW]
Judul Buku: Self Talk
Penulis: Maheera Ayesha
Penerbit: C-Klik Media
Tebal: xii + 192 halaman
Ukuran: 14cm x 20cm
Cetakan: Pertama, 2022
ISBN: 978-623-357-056-5
.
👄 Apa itu self -talk❓
Self-talk merupakan caramu bercerita kepada dirimu sendiri. Sederhananya, self-talk adalah bicara dengan diri sendiri.
.
👄 Apa kamu pernah melakukan self-talk❓
Aku rasa, setiap orang pernah melakukan self-talk. Bahkan sering setiap harinya. Disadari atau tidak, disengaja maupun tidak. Kita sering berdialog dengan diri sendiri ketika akan, atau setelah, atau bahkan saat sedang mengerjakan sesuatu. Saat kita membantin tentang sesuatu, saat itulah self-talk berlangsung.
.
👄Jenis-jenis self-talk
Self-talk bisa dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu:
👥 Self-talk positif
👥 Self-talk negatif
👥 Self-talk netral

📕 Penjelasan mengenai jenis-jenis self-talk tersebut bisa kita dapatkan dalam buku ini. Dari mana sumber self-talk tersebut, dan juga bagaimana mengubah self-talk negatif menjadi positif.
.
So...
"Sudahkah kamu berkata kepada dirimu sendiri untuk berpikir dan bertindak positif?"
.

@gerakan_1week1book

#OneWeekOneBook
#gerakan1week1book
#OWOB
#OWOBReaders 
#OWOBMembaca2023
#GocengChallenge23 
#gocengchallenge
0 komentar

SELF REWARD


[REVIEW BUKU]
Judul Buku: Self Reward
Penulis: Maheera Ayesha
Penerbit: @klikmedia
Tebal: x + 150 halaman
Cetakan: Pertama,, 2022
Ukuran: 14cm x 20cm
Soft cover
ISBN: 978-623-357-058-9
.
🌻Apa, sih, self-reward itu❓
Self-reward dapat dimaknai sebagai hadiah untuk diri sendiri. Namun, hadiah itu bukan hanya dalam bentuk barang. Hadiah dan penghargaan yang kamu berikan kepada diri sendiri dapat berupa hal-hal sederhana dan mudah kamu lakukan. Self-reward bukanlah sebuah kewajiban untuk mengapresiasi diri sendiri dengan hal-hal yang berada di luar batas kemampuanmu.

🌻Kapan self-reward dilakukan❓
Self-reward tidak hanya dilakukan ketika kamu berhasil melakukan sesuatu. Kamu dapat menerapkan self-reward ketika sedang menjalani sebuah proses. Bahkan saat gagal pun, kamu berhak melakukan self-reward sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja kerasmu.

🌻Apa bentuk self-reward❓
Kamu tidak perlu memaksakan diri dengan menyediakan hadiah yang mahal karena yang penting ialah maknanya untukmu. Hal-hal kecil terkadang Justru lebih bermakna bagimu. Self reward tidak selalu bersifat material. Kamu dapat memberi apresiasi kepada diri sendiri dalam bentuk kata-kata (self-talk).

So...
Apa faedah self-reward❓
Bagaimana agar tidak terjebak dengan istilah self-reward❓

Bisa kamu ketahui setelah membaca buku ini. 

📌 Satu hal yang perlu kamu catat "JANGAN MELAKUKAN SELF-REWARD KARENA GENGSI".

@gerakan_1week1book

#selfreward
#GocengChallenge23 
#gocengchallenge
#OneWeekOneBook
#OWOB
#OWOBReaders 
#OWOBBahasBuku 
#OWOBBincangBuku
#OWOBMembaca2023
Sabtu, 11 Februari 2023 0 komentar

Follow Your Heart and be Happy


[ULASAN BUKU]
Judul Buku: Follow Your Heart and be Happy
Penulis: Hestipratiwia
Penerbit: C-Klik Media
Tebal: v + 110 halaman
Cetakan: Ke-2, 2021
ISBN: 978-623-7333-13-5
.
Meskipun pada sampul buku ini ada kata "HAPPY" namun buku ini tidak akan mendiktemu atau mengajarimu untuk bahagia.
.
Selain itu, pada kata pengantar terdapat tabel "sumber kebahagiaan" yang bisa kamu isi, sebelum ataupun setelah tuntas membaca buku ini.
.
Isi buku ini terdiri dari 4 bagian. Pada setiap bagiannya ada banyak quotes yang kusuka. Ini beberapa di antaranya:
❤ Bagian Pertama: Buka Hatimu
"Membuang kebiasaan buruk dapat meningkatkan kebahagiaan dalam waktu singka." (hal. 14)
Di bagian ini juga ada 27 pertanyaan yang bisa kamu jawab.
❤ Bagian Kedua: Hal-Hal yang Sebaiknya Kita Lakukan
"Orang-orang pemberani adalah orang-orang yang cukup berani untuk terus-menerus menghadapi ketakutan mereka." (hal. 60)
❤ Bagian Ketiga: Hal-Hal yang Seharusnya Kita Lakukan
"Ketika bertanggung jawab atas sebuah kesalahan, secara tidak langsung kita menerima fakta bahwa kita telah melakukan kesalahan. Jangan mencoba mengalihkan kesalahan tersebut kepada orang lain." (hal.76)
❤ Bagian Keempat: Hal-Hal yang Semestinya Kamu Yakini
"Setiap hari, kita memiliki banyak kesempatan untuk memilih." (hal.108)
.
#FolllowYourHeartandbeHappy
Sabtu, 31 Desember 2022 0 komentar

Bedebah Di Ujung Tanduk

Judul: Bedebah Di Ujung Tanduk
Genre: Fiksi, Action
Penulis: Tere Liye
Bahasa: Indonesia
Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
Cetakan ke-3 : April 2022
Jumlah Halaman: 415 hlm; 20 cm
ISBN: 9786239726218

Novel ini dipenuhi dengan adegan aksi Thomas dan Bujang dkk. Episode 1 berisi pertarungan Thomas dan Bujang. Episode 2 hingga akhir novel, dipenuhi dengan adegan baku tembak dan kejar-kejaran dengan kelompok Teratai Emas.  Namun, entah mengapa adegan aksi Thomas terasa kurang gereget dibandingkan dengan aksinya dalam dua novel sebelumnya -Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk-.

Di episode 6 penulis menyuguhkan cerita tentang jalur sutra. Ini bagian yang aku suka karena informatif.

"Kalian pernah mendengar istilah jalur sutra? 
Jalur sutra adalah rute jalan darat yang menghubungkan antara timur dan barat. Asia dan Eropa. Terbentang panjang mulai dari sisi Timur Cina hingga kota-kota penting Eropa juga tiba di Mesir (Afrika). Rute itu melintasi tempat-tempat penting, berbagai pusat peradaban besar di masanya. Di era itu, jalur itu bukanlah jalanan aspal, apalagi tol. Nyaris seluruhnya adalah jalanan setapak, berlapiskan tanah atau kerikil. Di musim dingin, kiri-kanan menumpuk salju. Di musim panas, pepohonan menghijau. Di musim gugur, dedaunan kering beterbangan. Melintasi lembah, menembus celah pegunungan, meniti danau, sungai, tak terbilang jumlahnya. 

Kenapa disebut jalur sutra?
Karena era itu, tahun 200 sebelum Masehi, bangsa Cina menemukan teknik yang lebih efektif memproduksi sutra. Itu menjadi kabar hebat bagi seluruh dunia, terutama untuk para bangsawan, keluarga kaya, mereka bisa mengenakan pakaian dengan bahan lebih baik, lebih mewah, dan berkelas. Bukan kain anyaman kasar, kaku, dan berat. Maka dimulailah perdagangan sutra. Kain-kain mahal itu dibawa oleh pedagang dari China, menuju Eropa. Dan tidak hanya sutra, saat koneksi kota-kota terbentuk, pedagang juga membawa barang-barang lain, seperti rempah-rempah, keramik, hasil bumi, dan sebagainya.

Sekali pedagang memulai melintasi jalan darat tersebut, itu berarti perjalanan berbulan-bulan. Panjang rute itu tidak kurang dari 6500 km. Jika sehari manusia hanya bisa berjalan 50-60 KM, maka hitung sendiri berapa waktu yang dibutuhkan. Mereka menggunakan kuda, unta, keledai, dan hewan lainnya. Membawa barang-barang, sekaligus tenda, peralatan makan, dibantu kuli dan budak, serta tentu saja, mereka membawa senjata untuk melindungi rombongan. Tidak ada yang bisa menjamin perjalanan akan aman-aman saja. Tidak hanya serangan dari bandit, penjahat, tapi juga ancaman dari peperangan perebutan kekuasaan.

Selama 1700 tahun jalur sutra mengalami evolusi beberapa kali, mengalami maju mundur kerajaan besar. Rute itu pernah dikuasai oleh kerajaan Romawi juga kekaisaran Bizantium disusul kekaisaran Dinasti Tang juga kekuasaan khalifah Islam, lantas bangsa nomaden Imperium Mongolia yang terbentang luas, hingga akhirnya mulai kehilangan pamornya di abad ke-15, setelah jalur itu terpecah belah oleh terbentuknya negara-negara kecil, penguasa baru, serta pilihan transportasi lain yang lebih menarik.

Hari ini, kalian mungkin tidak tahu betapa megahnya jalur sutra. Hari ini orang-orang bepergian serta membawa kargo dengan pesawat, kapal, dan muda transportasi lebih modern. Tapi apapun itu, tidak ada yang bisa menghapus sejarah jalur sutra. Selama 1700 tahun jalur itu menjadi rute paling penting perekonomian seluruh dunia. Bahkan hari ini, beberapa negara berusaha mengembalikan kejayaan rute itu, sebagai alat sekaligus simbol menguasai perekonomian dunia."
(Hal. 93-95 episode 6, Jalur sutra)

Selain itu, juga ada kalimat yang aku suka pada halaman 64 dan 92.
.
"Kepedulian adalah kunci membuka banyak penjelasan" (hal.64)
.
"Sungguh, jika kita tahu betapa spesialnya saling berbagi atau membantu orang lain, kita bahkan tidak akan membiarkan sepotong roti kecil hanya dihabiskan untuk sendiri tanpa membaginya ke orang lain" (hal.92).
.
Walau agak tak sesuai dengan ekspektasi, aku tetap membacanya hingga tuntas. Namun tak memasukannya dalam daftar rekomendasiku.
Kamis, 29 Desember 2022 0 komentar

Negeri Di Ujung Tanduk

Bagiku, Negeri Di Ujung Tanduk tidak hanya sekadar novel yang menyajikan cerita fiksi. Melalui novel ini Tere Liye menyingkap wajah Demokrasi. 
Sistem demokrasi yang dipuja-puji oleh kebanyakan orang, dianggap sebagai sistem terbaik untuk mengatur umat manusia, ternyata hanya menjajakan omong kosong. Moralitas dalam demokrasi hanyalah fatamorgana, karena itu sistem ini sulit atau bahkan tak mampu mencetak pemimpin yang amanah. 

Perkataan Thomas di episode 2 dan episode 5 mengenai sistem demokrasi bukanlah bualan atau sekadar imaji penulisnya. Melainkan realitas yang mesti diketahui oleh khalayak, terlebih bagi orang-orang yang latah mencap demokrasi sebagai sistem terbaik, tanpa mengetahui hakikat kelahiran sistem tersebut. 

BOSAN. Rasa yang tak pernah menghinggapiku, dari awal hingga akhir membaca novel ini. Alurnya yang terasa cepat, membuatku bersemangat untuk membaca halaman demi halaman. 
Novel ini juga menyajikan adegan-adegan yang mampu membuat pembaca serasa menonton film aksi.

Sebuah novel yang layak untuk direkomendasikan. Karya fiksi yang tak hanya menyajikan ilusi, tapi juga menyampaikan informasi.





Minggu, 17 Juli 2022 0 komentar

Rasa Tak Bertuan

Kepada : Rasa Tak Bertuan 
Pesan : Hati-hati di jalan. "Semoga kamu segera sampai pada hati yang sebenar-benarnya tuan".




Senin, 05 Februari 2018 0 komentar

Bahasa dan Sastra

Di universitasku Bahasa Indonesia merupakan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), sehingga semua jurusan pasti memprogramnya. Hal ini dikarenakan bahasa merupakan media dalam menyampaikan ilmu yang lainnya. Felix Y. Siauw juga melihat peranan penting bahasa tersebut sehingga dalam buku yang yang ditulisnya, Muhammad Al-Fatih 1453 ia tidak hanya menuturkan secara panjang dan detail proses penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed II, tetapi juga membahas tentang bahasa dan sastra. Selain karena pentingnya memelajari bahasa juga dikarenakan bahasa merupakan salah satu bidang keilmuan yang disukai Sultan Mehmed. Saya juga termasuk orang yang menyukai bahasa dan sastra, sehingga tertarik mengutip tulisan Felix Y. Siauw tersebut. Berikut ini saya sajikan kutipannya:

Bahasa dan Sastra

Sesungguhnya bahasa adalah induk seluruh disiplin ilmu karena tidak mungkin pengetahuan dan ilmu bisa eksis tanpa adanya bahasa. Kita bisa melihat bahwa suatu peradaban dinilai dari bahasanya, semakin kompleks tingkat bahasanya maka semakin beradab manusianya. Peradaban tidak lain adalah kumpulan pemahaman atas kehidupan. Pemahaman sendiri dilahirkan dari proses berpikir, sedangkan berpikir tidak dimungkinkan tanpa informasi yang notabene memerlukan bahasa. Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila kita mengatakan bahwa bahasa adalah induk dari segala pengetahuan dan ilmu lainnya.
Akses kepada pengetahuan dan ilmu, menyimpannya, mengelola dan mengembangkannya, serta menyebarkannya mutlak melalui bahasa. Dengan kata lain, seseorang tidak mungkin untuk mendapatkan ilmu tanpa bahasa, menyimpannya, mengembangkannya, dan mengelolanya tanpa bahasa, ataupun memberikannya kepada orang lain tanpa bahasa.
Bahasa adalah seni untuk menyampaikan pemikiran dan perasaan kita dalam memengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. Apabila kita tidak mampu mentransformasi pemikiran dan perasaan kita dalam kata-kata yang bisa dipahami dan dimengerti oleh lawan bicara kita, bisa dipastikan dia tidak akan terpengaruh oleh pemikiran dan perasaan kita.
Lelucon Arab hanya bisa dimengerti oleh orang yang memiliki pemahaman bahasa Arab, lelucon berbahasa Inggris juga hanya bisa dipahami oleh orang yang memahami bahasa inggris dan seterusnya. Inilah pentingnya citarasa dalam bahasa. Bisa kita bayangkan, bahwa pengandaian di atas baru terkait masalah lelucon, apalagi dalam bidang pengetahuan dan keilmuan, atau agama, tentu pengaruhnya lebih besar.
Dalam Islam, Alquran diturunkan Allah dalam bahasa Arab agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya karena itulah ulama-ulama besar banyak yang mewajibkan penguasaan bahasa Arab agar agama dapat dipelajari secara maksimal…
Tradisi memelajari bahasa secara umum dan bahasa Arab secara khusus dan mendalam sesungguhnya adalah kebiasaan para Khalifah dan Sultan kaum Muslim dan merupakan kebiasaan orang-orang Arab untuk menilai seseorang dari kebaikan tutur katanya…
…….

Kesukaan Sultan Mehmed pada sastra dan sya’ir juga membawanya pada ketajaman dan kecerdasan berpikir. Sudah menjadi mahfum umum bahwa kaum Arab mengajari  anak-anaknya berpikir dengan menggunakan sya’ir dan tamsil, begitupun dengan kaum Cina yang menjadikan sya’ir sebagai medium pembelajaran untuk anak-anak mereka. Dengan sya’ir, seseorang akan diarahkan untuk selalu menggunakan akal karena intepretasi atas teks sya’ir dan gaya bahasa menuntut pemikiran dan perenungan yang mendalam, atau melatih akal terus menerus sehingga melahirkan ketajaman dalam berpikir dan kecerdasan…

Senin, 03 Agustus 2015 0 komentar

Alberthiene Endah

Meuthia Rizki
Memeluk Mimpi
Mendayung Harapan


Kisah tentang kebangkitan menakjubkan
   Dari seorang perempuan yang banyak menemui
   Ketidakberuntungan dalam hidup

Dalam buku 247 halaman ini, banyak kalimat-kalimat indah yang ditulis Alberthiene Endah. Berikut beberapa kalimat yang saya kutip:
©     Cinta sebetulnya adalah rasa yang sangat tajam. Ia akan memberi petunjuk diam-diam, dan sangat nyata.
©      Hidup meminta kita untuk belajar mengapresiasi atas apa yang kita jalani. Barulah setelah itu bisa muncul semangat dan kehendak-kehendak  positif.
©    Sebenarnya di setiap waktu yang kita akan berada di dalam kondisi yang perlu kewaspadaan dan rasa syukur. Waspada agar tidak terjerumus ke dalam kondisi yang lebih buruk. Bersyukur atas sisi-sisi baik yang menempatkan kita di satu titik yang sedang dialami. Tidak ada satu posisi pun menurutku yang bisa dikatakan itulah titik paling menguntungkan atau titik di mana manusia berada di puncak jaya dalam kesejahteraan jiwa, raga, dan rasa. Hidup seperti kasino. Membawa peristiwa-peristiwa tak terduga dan menciptakan perubahan. Maka, yang lebih mengacu pada keberuntungan adalah seberapa besar kemampuan kita untuk  menghayati rasa syukur dan mencipta kebaikan-kebaikan di dalam hidup. Kebaikan-kebaikan yang memberi perasaan bahagia.
©      Ketika kita bersikap lunak pada diri sendiri, maka dunia akan teras berat. Dan ketika kita bersikap keras pada diri sendiri, maka dunia terasa ringan.
©     Hidup memang tidak mudah. Kesulitan adalah produk kehidupan yang tidk bisa dienyahkan. Tak ada seorang pun yang steril dari masalah.  Seberapa kita ikhlas menerima kesulitan itu, maka sebesar itulah kita akan kuat menghadapinya.
©      Kita harus menggerakkan pikiran dan hati kita maka hidup juga akan bergerak.
©      Harapan di dalam hidup adalah perahu yang tidak mustahil menemukan pelabuhan.
©  Dalam hidup selalu ada saja kejadian tak terduga yang mengubah banyak hal. Kesiapan kita bergantung dari kemampuan bersabar, tabah, dan optimisme.
©  Kita memiliki kekuatan  yang tak terduga, tersembunyi di dalam sanubari. Kekuatan itu akan muncul ketika kita dihajar ujian sangat berat dan kita mau bertarung untuk terus bertahan.
©   Kesabaran terdalam manusia diuji ketika manusia dijerumuskan ke dalam lembah paling gelap bukan oleh kesalahannya. Jika manusia mampu bertahan di dalam iman yang teguh dan kesabaran, itulah “kelulusan” yang benilai dari cobaan yang dipercayakan tuhan.
©   Kita semua mungkin pernah berada di dalam kondisi yang secara telak menghunus kita dalam kesulitan besar. Kita boleh menangis. Kita boleh menjerit. Tapi kita tidak boleh berlari dari persoalan dan meninggalkan segalanya dalam keadaan putus asa. Ikhlas bukan berarti kita kehilangan keberanian.
Minggu, 06 Juli 2014 0 komentar

Cerpen dan Puisi



Dalam salah satu diskusi yang pernah kulakukan semasa kuliah, ada seorang teman yang bertanya mengenai perbedaan puisi dan prosa. Belakangan ini batas antara puisi dan prosa memang semakin kabur. Mungkin hal tersebut yang melatarbelakangi teman itu bertanya demikian. Kita bisa melihat puisi yang panjang dan di dalamnya ada percakapan, bak prosa. Kita bisa pula melihat prosa yang menggunakan susunan kata-kata yang indah laksana puisi, atau pun prosa yang isinya disisipi penggalan puisi.
Setahun setelah diskusi, aku meminjam “Isyarat Kumpulan Esai” Sutardji Calzoum Bachri (SCB) dari perpustakaan wilayah. Buku tersebut memuat puisi-puisi dan esai SCB yang pernah diterbitkan. Pada halaman 75 sampai 79 terdapat esai yang berjudul Cerpen dan puisi yang pernah diterbitkan Bentara, Kompas, Jumat, 6 April 2001, setelah membacanya, aku tertarik pada beberapa paragraf terkahir esai tersebut. Isi paragraf itu sedikit banyak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh teman tersebut.
Berikut ini saya sajikan kutipan paragrafnya:

 ...............
Apa sih bedanya kata-kata yang dalam puisi dan dalam prosa seperti cerpen, kata Zenar tiba-tiba serius, sambil mengingatkanku perbedaan pendapatku terhadap penilaian Ignas Kleden tentang sebuah cerpenku yang pernah secara sambil lalu aku ucapkan dalam perbincangan kami di Café Miranda.
Secara ekstrem, atau garis besarnya, dalam puisi penyair menciptakan kata-kata (metafora), dalam cerpen pengarang menciptakan peristiwa-peristiwa. Konsentrasi seorang penyair ketika menulis puisi terutama adalah pada upaya menciptakan kata-kata atau susunan kata-kata. Di situlah makna dapat diraih. Kecenderungan untuk mendapatkan makna dari menciptakan kata-kata atau susunan kata-kata, itulah sebabnya kenapa kata-kata dalam puisi kelihatan aneh atau tidak familiar. Dalam cerpen, kata-kata menjadi sekunder. Yang utama adalah peristiwa, kata-kata adalah alat untuk menyampaikan atau menciptakan peristiwa-peristiwa. Makna diperoleh dari interaksi atau susunan peristiwa-peristiwa itu. Dalam puisi, tekanan pada defamilarisasi kata-kata atau bahasa. Dalam prosa, tekanan diarahkan pada defamiliarisasi peristiwa. Itulah sebabnya dalam cerpen pembaca sering menemukan peristiwa yang aneh, misalnya orang yang selangit rasa laparnya bisa dengan nyaman dan ngampang menelan seekor gajah utuh. Makna cerpen diraih dari interaksi dua peristiwa yakni lapar selangit dan menelan gajah.
Tentu saja aku sedang berbicara secara ekstrem atau hitam putih sebagai landasan umum dalam memandang kedua jenis karya sastra itu. Kini tak jarang antara karya puisi dan prosa saling tumpah-tindih, campur-baur. Namun demikian, mengharapkan makna kata-kata dari seorang penyair yang meniatkan suatu cerpennya benar-benar cerpen (bukan prosa lirik) aku kira bukan hal yang tepat. Sikap atau penilaian itu mungkin terjadi karena bias dari pembaca akibat penulisnya lebih dikenal sebagai penyair. Dalam kasus ini pada hematku, Zenar, teks dan author benar-benar harus dipisahkan. Author yang lazimnya menulis puisi tentu bebas pula untuk meniatkan dirinya menulis cerpen yang benar-benar prosa. Mengharapkannya agar menciptakan makna kata-kata sebagaimana halnya dalam puisi tentu saja menjadi kurang tepat.




 
;